Saturday, January 27, 2007

Kucing oh kucing

Di negri entah berantah, hiduplah sebuah keluarga dua anak dengan seekor kucing dengan kedua anaknya juga. Satu saat setelah sang Ayah menyaksikan berita di TV, lalu dia tampak pergi ke gudang mencari karung...

"Iya trus kenapa, so what gitu lo apa istimewanya" Dg acuh ta acuh si ibu 1 mendengar cerita kawannya

"Gini lo, itu sang Ayah mendapat informasi di TV kalo Flu Burung virusnya sudah sampai di Kucing, lalu tanpa pikir panjang langsung kucing2 dirumahnya yang sudah ada sejak kedua bayi kucing itu usia sehari diringkusnya pakai karung *dikarungi maksudnya*, lalu karena mboknya kucing menolak dikarungi terpaksalah anaknya dulu dibawa pergi ke satu tempat, lalu menyusul mboknya dibawa tanpa karung" *nafas dulu* "lalu setiba di tempat dimana si anak kucing diletakkan, ternyata kedua anak kucing sudah menghilang beserta karung-karungnya! nah lo! lalu si mbok Kucing tetep ditinggal disana."

"terus..terus..mba yu:-O?" Si ibu 1 mulai serius

"Setelah sang Ayah sampai lagi di rumah dan cukup merasa terbebas dari intaian virus flu 'B' ini, ndak lama kemudian mbok kucing sekonyong-konyong datang sendiri!:-O:-O:-O:-SS anggota keluarga yang ada dirumah kaget bercampur miris membayangkan jangan2 mereka sudah terpisah! Setelah si mbok Kucing sedikit diintrogasi, akhirnya dapat disimpulkan bahwa ibu dan anak itu betul2 terpisah!"

"lalu..lalu??" tambah serius rupanya

"Nah karena kengerian sang Ayah terhadap wabah flu 'B' ini, maka tekadnya tetap bulat menjauhkan mbok Kucing dari rumahnya, dalam hal ini terutama dari anak2nya yang selalu bermain tiap saat dengan kucing2 itu. Maka dibawa pergilah mbok Kucing yang sudah sebatang kara itu menjauh sejauh-jauh mungkin dari rumahnya."

"Sudahlah Jenk jangan terbawa prasaan gitu.. ceritanya belum apa-apa nih, simpan keprihatinannya diakhir cerita ya"

"iya lalu gimana ceritanya=" (mulai melemah nada penasarannya karena mulai terbayang nasib perpisahan ibu dan anak kucing itu)

"Lalu, sehari dua hari... tiga hari.. empat hari.. rumah keluarga itu tampak hening dari bunyi meongan dan tiada lagi canda ria anak2 dengan kucing2 itu. Tepat pada hari kelima tengah malam pula, si mbok kucing datang dengan mengeong bagai menangis pilu kehilangan anak2nya. Uh sesak di dada rasanya mendengar ngeong pilu si mbok (bisik sang Ibu). Akhirnya sebagai tanda penyesalannya sang ayah mengizinkan si mbok kucing tinggal lagi dlm rumah dan ikut prihatin serta merasakan kepiluan perpisahan si mbok melalui suara meongannya":(
"nanti ayah belikan keranjang tempat tidur untuk dia", kata sang Ayah sambil meneruskan tidurnya.

"Lalu..lalu mba yu"
"iya bentar, silahkan ini tissue nya jenk"

Pada keesokan harinya sepulang sang Ayah dari kantor, rumahnya diributkan lagi soal kucing, Sang Ibu tampak mengusir Kucing dengan gigih dan menutup semua celah yang seringkali menjadi jalan mbok kucing masuk.

"Kenapa toh bune kok sekejam itu sama dia *kucing*?"
Jawab Istrinya,"Ini lo kucing sampeyan gangguan perut *alias mencret* nah tuh dia ga bisa nahan dan berceceran dimana-mana..:-LX(:-w#-o".

Sang Ayah hanya terdiam terpaku menerima kenyataan yang disampaikan istrinya itu/:)/:)/:)..
Tambah istrinya, "bayangin Mas, tadi aku mesti mbersihkan sisa mencretnya di sekitar lubang sumber 'masalah' nya..:-<:-<#-o, kalo engga dibersihkan ya dimana dia duduk ya bakal meninggalkan 'bekas' disitu kaaann :((" Kekesalan sang Istri tampak memuncak, kemudian suaminya menenangkan, "ya sudah2 trimakasih ya sudah membersihkan ceceran kotorannya yang dimana-mana itu, kalo begitu aku setuju kalo kucing itu tetap diluar saja"

Pada tengah malah berikutnya tiba2 terdengar teriakan sang istri, "maaasss... ini kucing ada dalam selimut bersama anak2! gimana kalo dia bawa kotoran *mencret* di'sana'nyaaa... :((:((:((" ....

Glubrag! "jenk-jenk belum selesai ceritanya"

Bila ada kesamaan cerita, nama, sapaan atau apalah, adalah hanya kebetulan semata ;))

1 comment:

Dhika said...

hehehehe.... lucu tenan
*tertawa diatas 'penderitaan' orang...