Ketika langkah terhenti, nafas tersengal, dan malaikat maut menanti disudut mata..
Tuhan,
tak mampu aku menolak pintaMu tuk kembali
sungguh, Engkau yang paling berhak atas jiwa ini
Seorang gadis kecil 13th, murid mentoring dan origami ku rabu,3 Desember 2008 tlah pergi kembali dalam pelukanNya. Setelah 22 hari bergelut melawan leukemia, akhir nya ia menyerahkan jiwa putih nya dalam kepasrahan mendalam.
Ingatanku melayang ke belakang, ke saat-saat ia masih berada di antara 14 murid ku lainnya. Saat aku mengenalkan Allah SWT sang Maha Pencipta pada suatu jum'at, ia begitu kushu mendengarkan kata demi kata yang kusampaikan. Saat aku mengajari nya melipat kertas -juga di antara 14 muridku lainnya, model-demi model origami ia lipat mengikuti arahanku. Sepulang dari mentoring bersamaku, ia bercerita dengan riang nya kepada ibu dan ayah nya di rumah. Ia juga cerita kesungguhannya ingin belajar origami dan ngaji teruuss sama bu maya -begitu ia menyebutku. Ingin pinter seperti bu maya -begitu yang ia ceritakan kepada ayah nya, ingin pergi ke Jepang seperti bu maya. Sang Ayah hanya mampu membesarkan hati nya, bahwa ia akan berusaha terus bekerja agar cita2 nya itu tercapai "walaupun ayah hanya seorang buruh kecil nong..", nong -panggilan sayang kedua orang tua utk nya.
Sang Ayah bilang, awalnya saya suka agak marah karena dia pulang sekolah telat, karena sebagai anak sulung dengan adik 6 orang, ia harus membantu orang tua bersih2, ngasuh adik, cuci baju,cuci piring dan termasuk menyabit rumput untuk domba-domba yang dimiliki orangtua nya. Namun bila ia jawab sudah ngaji dan origami dulu di rumah bu maya, maka ayah nya malah senang.
Pada suatu hari sepulang dari menengoknya di rumah sakit, tepat 12 hari sebelum ia meninggal, salah satu temannya yang juga muridku bilang,"bu, kasian ya santika, ia jarang bisa main", "kalo saya ajak main dia selalu bilang, saya ga bisa pergi karena harus ngasuh adik dan nyabit rumput buat domba ayah.." gitu kata nya bu.. Lalu saya katakan, "ya begitulah anak yang berbakti, mesti ikhlas mau mengorbankan waktu bermainnya utk membantu orang tua..."
Kini ia telah benar2 pergi meninggalkan ku, berkurang satu muridku dari 15 orang.
Ingataku kembali ke saat menengoknya di rumah sakit. Setelah melewati masa kritis pertama, ia tampak segar dan ceria, malah seperti lebih sehat dari saat2 sebelum jatuh sakit dulu. Dari wajah nya terpancar kebahagiaan karena kehadiran kami, saya beserta 13 orang teman nya yang bisa ikut serta. Tentu saja masuk ruangan dimana ia terbaring kami hanya diizinkan 3 orang bergantian. Sementara 2 muridku bergantian masuk dan ngobrol kecil, aku tetap disamping nya. Rencananya aku ingin berfoto dengan nya dan teman2 nya juga, namun keinginanku ku urungkan, karena berharap dapat bertemu dan berkumpul kembali di waktu yad, tapi ternyata waktu itu tak pernah datang utk kami -di dunia.
Pada sela-sela waktu aku sempat ngobrol dengan nya, aku tanya bagaimana ttg rasa sakit nya, ia bilang "sudah agak mendingan, nanti akan di kemoterapi" katanya. Lalu aku tanya, bagaimana dengan sholat nya selama sakit, apakah sudah melakukannya? tanyaku dengan nada kasih, kutanyakan ini karena bagaimanapun aku guru mentoring nya, (disamping sebagai guru origaminya), sehingga tak membuatku ragu bertanya. Ia menggelengkan kepala. Lalu kukatakan -lagi dengan nada kasih seorang guru(semoga ikhlas) bahwa sholat dan banyak dzikir saat ini adalah satu2 nya yang terbaik yang ia harus miliki,ia bilang ga tau cara nya sholat dalam keadaan terbaring/sakit. Lalu kutawarkan utk belajar sholat pada keadaan sakit termasuk thaharoh nya -whudu, ia hanya manggut-manggut tanda mau dan tersenyum cerah menyambut tawaranku. Lalu kuajari tayamum dan sholat sambil berbaring.
Ahh waktu begitu cepat berlari, membuatku tak sempat lagi bertemu dengan nya sebelum ia berpulang -meninggalkan dunia fana ini dan aku. Aku tak berpengetahuan, bahwa sejak kuajari sholat itu, detik2 nya begitu berarti dalam hidupnya di dunia. Lagi2 aku hanya mengira ia akan sembuh -walaupun utk sementara waktu, karena aku tau kanker darah adalah salah satu pembunuh tak berampun. Secara darah putih mendominasi dalam tubuh nya menghabiskan trombosit hingga tak bersisa(cmiiw -pemahaman sederhana ttg leukimia).
Ayah nya cerita, diantara mata yang berkaca-kaca paska kepergiannya, bahwa setelah saya pulang dari rumah sakit ia minta kertas koran, "saya ingin membuat origami" katanya. Ia mengulang lagi ucapannya ttg keinginannya utk terus ngaji dan belajar origami bersama bu maya setelah sehat nanti. Ingin sekolah setinggi-tingginya dan pergi ke jepang seperti bu maya, ia katakan itu semua sambil tangan2nya dengan semangat menbuat lipatan origami yang pernah kuajarkan. Ayah nya bilang, ia membuat topi samurai yang kemudian dipakaikan ke kepala adik nya. Kemudian ia juga membuat origami kotak(wadah) dan diberikan lagi ke adik nya yang lain, kedua adik nya berlarian senang dalam ruang kecil rumah sakit itu. Ayah nya tanya, "ko kamu bisa sih, ko inget?" ia hanya bilang sambil tertawa ceria "kan sudah diluar kepala, jadi ya gampang buat nya". Kemudian ia minta ayah nya utk mengambilkan origami2 nya yang dibawa lari oleh adik nya kembali ke tangan nya, sambil berkata "saya nanti mau terus belajar origami dan ngaji lagi sama bu maya".. Ayah nya bilang,"iya boleh, sekarang harus sehat dulu ya..".
Setelah cerita kecil ttg berorigami nya itu ia menjalani kemoterapi. Baru dua kali kemo, kesehatannya drop. Ia merasakan sakit yang sangat, katanya bagai sesuatu yang menghujam dari punggung tembus ke ulu hati nya. Ia ucapkan rasa sakit itu dalam lirih dan tenang, bukan dalam keluhan. "Ia begitu tegar menghadapi rasa sakitnya" kata ibu nya.
12 hari setelah aku dan 14 kawan2 nya menengok di rumah sakit, ia ingin kembali ke rumah, ingin dibuka semua alat yang terpasang pada tubuh nya, dokter mengizinkan. Setelah semua alat dilepas dari tubuh nya, ia dengan bergaya binaragawan (kedua lengannya diangkat sambil jemari nya dikepalkan) ia memamerkan diri bahwa iya sehat "tuh saya sehat..sehat" sambil tertawa semangat, namun ayah nya tau kalo dokter telah mengatakan bahwa waktu nya tak akan lama lagi. Ia bilang ingin pake baju yang bersih dan bagus. Setelah dipakaikan sambil mengusap wajah nya dan kedua tangan di pipi kiri kanannya ia bilang, "aku cantik ya mah, siapa yang bilang aku jelek?" mamah nya hanya bilang "iya kamu cantik, ga ada yang bilang kamu jelek" kata mama nya sambil menahan tangis yang hampir pecah. Kemudian ia menanyakan waktu, ia bilang ingin sholat, lalu ia sholat, ia juga ingin agar ayah nya ngaji yasin dan ayat kursi utk dia, ia ingin agar ayah nya menambah bacaan ayat kursi nya sekali lagi, ayah nya bilang ia meminta dengan agak memaksa agar ayahnya membacakan ayat kursi kembali dan agak keras volume nya(padahal sang ayah sudah tak sanggup menahan tangis yang akan meruah). Baru pada ayat kursi kedua ia tampak tenang. Seperti nya ia ingin mengakhiri hidup nya dengan sholat dan mendengarkan bacaan ayat suci memenuhi kedua telinga nya. Setelah itu iya tertidur pulas. Dalam perjalanan pulang pun tetap tertidur. Hingga akhirnya ia mengehembuskan nafas terakhir nya dengan tenang di rumah.
Ahh.. begitu indah caramu kembali nak.. meninggalkan ibu dan teman2 ngaji dan origami mu disini. Ya disini kami masih harus bergelut dengan ujian keistiqomahan. Akankah berakhir khusnul khatimah (berakhir baik) atau kembali tidak dalam keadaan siap yang membuat suul khatimah(naudzubillah mindzalik)?
Selamat jalan burung origami kecilku, ibu hanya bisa memelukmu dalam alam khayal, untuk sebuah dekapan terakhir yang tak pernah sempat ibu lakukan utk mu. Semoga bekal keceriaan mengaji dan berorigami yang telah terjadi di antara kita menemanimu di tempat sunyi mu.. amiinn..
Kami pasti menyusul, hanya saja kami masih butuh waktu utk menghadap Tuhan kita.. kami butuh memperbaharui keikhlasan dan amal sholih. Tidak seperti mu yang telah terampuni dosa2 sedikitmu itu seiring dg leukemia yang menggerogoti sel darah merah mu hingga tuntas...
Hujan diluar jendela baru saja reda tengah malam ini. Kepergianmu diiringi hujan lebat dan petir yang bersautan persis setelah purna penguburanmu. Hujan dan kelam dua hari ini bagai masih turut berduka atas kepergianmu dan perpisahan (sementara) kita.
Sesungguhnya setiap yang berjiwa itu pasti akan merasakan mati... (Al Anbiyaa (21) : 35), dan tentu kelak harus menyatu kembali dengan tanah, sepertimu nak..
Ampunkanlah aku
Terimalah taubatku...
Sesungguhnya engkau...
Sang Maha Pengampun Dosa...
Berikanlah aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali
Kembali kepadaMu.......
lirik taubat -Opick
Download Mp3
silahkan tinggalkan pesan teman, utk mengobati duka ku ini, trimksh ya
Thursday, December 04, 2008
Kepak burung origami kecil itu tlah menjauh..
diposting oleh
Maya Hirai
di
7:49 AM
9
komentar
kategori Tazqirah Corner
Sunday, January 27, 2008
Mendadak MATI*
*duh serem banget judul nya
Suasana duka terpancar dari sebuah keluarga yang baru saja ditinggalkan untuk selamanya oleh Istri, Ibu, adik, keponakan dan sepupu ytc akibat kecelakaan tragis pagi tadi.
Tanpa diduga seorang suami kehilangan Istri yang menjadi kawan dan partner hidup nya selama ini dalam membina rumah tangga dengan dua anak yang masih balita pula.
Hatinya pilu terasa diiris sembilu ketika sore hari setelah pemakaman Istrinya ia harus melanjutkan hidup dengan dua anak balita di rumah besar tempat tinggalnya kini. Teringat pagi sebelum kejadian tragis itu rumahnya begitu ramai terdengar gelak tawa canda istri dan anak-anaknya menghantar dirinya di depan pintu untuk berangkat ke kantor. Tapi kini bayangan pagi ceria itu tinggal kenangan. Sang istri harus kembali kepada sang Kuasa tanpa sempat berpamit kepada suami dan anak tercinta. Kecelakaan kecil di jalan raya telah mampu merenggut nyawa sang istri akibat benturan hebat di kepala, hanya karena kesrempet!
Sebagai siapapun kita, apakah sebagai ibu rumah tangga, Suami/pemimpin keluarga, atau sebagai anak tentu setiap hari nya selalu ada aktifitas dan kewajiban-kewajiban berkenaan dengan posisi yang kita sandang dalam keluarga. Rutinitas harian membuat seseorang masuk dalam sebuah lingkaran yang berputar sangat cepat. Karena perputarannya sangat cepat,orang-orang yang ada didalam nya menjadi saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. Sehingga mudah dibayangkan saat salah satunya tidak dapat melanjutkan kewajiban-kewajibannya maka kekacauanpun terjadi. Rasa kehilangan bagai akan meremukan perasaan, meluluhlantakkan pertahanan bahwa kehidupan keluarga yang ditinggal akan tetap terus berjalan seimbang.
Menangis, sesak di dada, berat terasa melepas dengan kerelaan atas kepergian orang dicinta.
Demikianlah saat maut menjemput, siapapun tiada pernah tau kapan hidupnya kan berakhir.
Alangkah indahnya bila kepulangan menuju negeri abadi terus dipersiapkan tiada henti serta diakhir dengan tenang dan tawakal. Hingga saat nya nanti*, keluarga pun dapat merelakan dengan sepenuh hati
*Siapkah diri saat harus mendadak harus meninggalkan dunia ini?
Selamat Jalan Pak Harto, dan sepupuku kawan belajar mengaji ketika kecil, semoga engkau tenang di alam sana.....
diposting oleh
Maya Hirai
di
4:15 AM
1 komentar
kategori Tazqirah Corner
Monday, October 01, 2007
Tanya Jawab ttg Lailatul Qadr
Bu bu, punya kiat khusus agar kecipratan berkah Lailatul Qadr? bahkan lebih baik lagi bila dapat meraihnya..
InsyaAllah seorang hambaNya yang yang paling murni keikhlasan Taqorubnya pada Allah, paling ling bermujahadah Ibadahnya pada Allah dan palinggggg pasrah dan paling bulatt Tawakal nya pada Allah maka tiap butir dzikirnya tilawah qurannya yang meresap membasuh jiwanya yang senantiasa merindukan Tuhan sebagai zat yang jauh dimata dekat dihati dan dilisan itu -akan mengundang keridhoan Allah SWT untuk menurunkan taufik dan hidayahNya dalam malam Lailatul Qodr hingga sebelum fajar tiba. InsyaAllah.
Apa tanda2 secara pribadi bahwa diri kita mungkin kecipratan atau bahkan dapat berkah malam yang lebih baik daripada seribu bulan itu?
Ketentraman dan prasaan dekat yang rruarrr biasa dengan Allah SWT, ada kekuatan untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik dan adanya komitmen yang kuat untuk meninggalkan keburukan kesia-siaan dan prilaku yang sifatnya mengotori jiwa. Lebih nurut sama perintah Allah dan punya solusi-solusi penuh keimanan dalam menjawab ujian kehidupan selanjutnya.
Apakah mendapatkan berkah Lailatul Qadr adalah segalanya dan jaminan masuk syurga?
InsyaAllah, asalkan:
1. Komitmen nya terhadap Islam terjaga sampai syakaratul maut menjemput:)
2. Senantiasa melakukan perbaharuan terhadap keimanannya, hingga berada dalam keimanan yang teguh pada saat-saat terakhirnya:)
3. Ibadah-ibadahnya selalu diusahakan seikhlas mungkin:)
4. Amalan yang sedang dilakukan diakhir hayatnya adalah amalan ahli syurga:)
InsyaAllah..waAllahu A'Lam Amiin
Selamat mendekatkan diri padaNya dan semoga menjadi seseorang yang diberkahi dan dirahmati Nya
diposting oleh
Maya Hirai
di
5:39 AM
3
komentar
kategori Tazqirah Corner
Saturday, January 20, 2007
Reset/Refresh or Hijrah...!? 1 Muharram 2008 H
Yup pilih saja sesuai kebutuhan saat ini. Yang penting tidak kehilangkan momentum berharga yang ada cuman sekali dalam setahun khan.
Bicara ttg 1 Muharram dah tentu ga bisa dilepaskan dari apa yang disebut Hijrah karena
akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana Nabi Muhammad saw melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah atas perintah Allah SWT.
Peristiwa hijrah tersebut menghantarkan umat Islam ke gerbang kejayaannya pada saat itu, dan bagaimana dengan kondisi umat islam saat ini? Bagaimana kondisi keislaman diri? bila terlalu kasar untuk dikatakan bahwa umat ini telah kembali pada kejahiliyahannya lagi bahkan lebih bobrok dari itu!....
Maka saatnya untuk mengambil hikmah peristiwa hijrah pada tahun 638 M lalu untuk diterapkan pada diri, keluarga dan lingkungan terdekat *paling tidak* untuk kemudian siap jelang kehidupan yang penuh dengan pencerahan dan cahaya illahi yang terang benderang.. Jangan ragukan kesuksesan menanti di depan!
Menurut Ustadz Satria Hadi Lubis, MM, MBA dengan dua hal berikut kita dapat mensikapi keterpurukan tersebut, Pertama mampu meningkatkan upaya Islamisasi diri sendiri dan yang kedua harus konsisten menerapkan perilaku hidup sukses.
Simpelnya Hijrah adalah berpindah dari keadaan yang buruk menuju keadaan yang baik, dari keadaan yang baik menjadi keadaan yang lebih baik lagi..
Kalo perlu, bikin resolusi seperti kawan baruku ini, *Hi Akmal! sampe di MPmu karena obrolan silaturahmi dengan Kean di YM
So.. selamat reset/refresh or Hijrah ato apalah istilahnya.. yang penting: kalo ingin beruntung Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin
"Tungguuuuuu.. aku ikut denganmu ingin beruntung, sukses di dunia juga di akhirat...!"
diposting oleh
Maya Hirai
di
12:43 AM
4
komentar
kategori Tazqirah Corner

