Friday, December 21, 2007

Di Balik Buku 1

Inilah buku perdanaku! yang membuat seorang ibu rumah tangga ini tak habis pikir sejauh inikah Allah SWT menggantikan impian yang tak dapat kuraih lainnya?!...
Buku sarat sejarah yang menjadi moment lahirnya seorang maya hirai di dunia buku origami tanah air. Terbitnya buku ini menjadi tanda dimulailah aktitas seorang yang punya nama asli maya fajar di dunia tulis menulis sebagai sarana untuknya berbagi berbagi dan berbagi.

Berawal dari mampirnya sang 'penyunting buku' ke website sanggar-origami[dot]com, buka sana buka sini hingga sampai pada halaman cara membuat origami! Karena dirasa cocok untuk buku origami yang ingin dikeluarkan oleh penerbitannya maka sang penyunting mengirimkan imel dg seabreg harapan pdku.

Tak cukup lewat imel, keseriusannya diekspresikan dengan menggantikan kehadirannya pada meeting yang kami rencanakan oleh sang atasan langsung yaitu direktur penerbitan nya . Tak tanggung-tanggung beliau sekeluarga berkenan hadir sebagai peserta dalam workshop origami pertamaku 2006 yll. Setelah selesai acara, beliau menemuiku memperjelas pengajuan sekiranya kuberkenan menciptakan buku origami melalui penerbitannya.

Akhirnya tiba pada hari crew pemotretan datang ke galeri kecil origamiku di kawasan Awiligar Bdg bersama dengan ~yang kemudian menjadi penyunting buku perdanaku, mba Ida Ayu sebut saja begitu namanya.

Pemotretan berjalan lancar. Alhamdulillah. Salah satunya adalah karena pengalaman ketika menyiapkan cara melipat untuk content website yang dibangun ketika mukim di Jpg dulu, selebihnya adalah karena karuniaNya saja!

Hasil foto kemudian mereka edit di ibukota, dan dikirim balik ke Bdg utk dilengkapi dg kalimat-kalimat petunjuk melipatnya olehku. Kemudian kukirim balik lagi si naskah itu kpd mereka. Kemudian datang lagi sebagai dummy. Aku ACC dan kukirim balik lagi.

Sebulan kemudian datanglah surat pemberitauan bahwa buku telah dicetak dengan jumlah sekian dan rincian royalty yang bakal kutrima sekian di atas lembar bermaterai yang dibubuhi ttd sang Direktur Penerbitan. Isi lain amplop pemberitauan adalah penampakan dummy yang tlah berubah bentuk menjadi sebuah buku cantik dengan cover timbul yang eye-catching pula! Trimakasih kawanpustaka senang bekerjasama dg mu, semua berproses begitu cepat termasuk pengiriman royalty kedua yang tak kusadari lagi kehadirannya di rekening bank ku;p.

Saturday, December 08, 2007

di Bilik Raudlah

Musim haji datang lagi.. hatiku mengembara lagi seperti tahun lalu ..
Saat ini harapanku sedang singgah di bilik Raudlah -salah satu bagian ruang di Mesjid Nabawi, konon dibilik ini semua doa akan terkabul!

Maka kutundukkan hatiku kuangkat tanganku disini, "Tuhanku tetapkan orangtuaku untuk berziarah di Mekkah Al-Mubarokah dan Medinah Al-Mukaromah*"
*diambil dari doa asli agar bisa brangkat ke Mekkah:
"Allohumma Aaminna bibakkatammubarok wa ziyarotal Madinah Al-Mukaromah"
"Ya Allah tetapkanlah aku untuk berziarah ke Mekkah Al Mubarokah dan Madinah Al-Mukaromah"

Amiinn.....

Thursday, November 29, 2007

Ingin ke Bintang

Ada postingan lalu, persis 2th yll, lumayan masih renyah buat dibaca^-^

November 29, 2005 at 1:27 am | In Day by Day | 2 Comments

Bocah kecil menatap langit di gelap malam, ia pandang bintang yang berkerlap-kerlip nun jauh disana. Lama ia termenung ketika bintang-bintang itu ada dimatanya. “Ingin ke bintang!” itu yang terlintas dalam hatinya.

Sejak saat itu, perhatiannya selalu fokus ke bintang. Memikirkan bagaimana cara agar dapat mencapai bintang.

Tiada hari yang terlewatkan tanpa memikirkan bintang dan bagaimana cara mencapainya.
Ia pasang mata dan telinga untuk mencari tau bagaimana cara mencapai bintang.
Bintang semakin dirindukannya.

Usia semakin beranjak dewasa, namun bintang senantiasa menghias mimpinya.
Bintang, bintang, bintang.. apapun tentang bintang selalu jadi perhatiannya.
Semua orang ia tanya tentang bintang, semua tempat ia datangi untuk tau bagaimana cara bisa ke bintang. Bintang.. bintang .. dan bintang..

Akhirnya iapun mengambil jalur pendidikan tinggi yang berkaitan dengan bintang.
Telah banyak memakan waktu, biaya dan energi. Ia sisihkan semua hal yang mengurangi perhatiannya pada bintang. Bintang dan bintang, selalu bintang memenuhi harinya. Membayangkan bilamana harapannya tercapai.

Sampai pada puncak akademiknya dan diakhir penelitian serta segala experimentnya, kemudian ia tertunduk khusu. Kembali dalam perenungan panjang seperti saat ia kanak. Rebah menatap langit gelap saat ada bintang dimatanya dan ia berbisik dalam hati “aku ingin ke Bintang”.
Saatnya membulatkan tekad dan bertawakal kepada sang Kuasa yang menetapkan ketentuan. Mengembalikan seluruh curahan usaha dan harapan kepada yang Maha Merahmati. Memohon kasih sayangNya untuk mengabulkan harapan yang tertahan lama. Dengan keyakinan penuh akan tatapanNya selama ini menahan rindu. Rindu sampai ke bintang dan terjawab semua tanya.

Suara peringatan hitungan akhir telah berbunyi! dan si bocah kecil itu melesat ke Bintang bersama seluruh bekal yang telah disiapkannya sejak mula berharap.
Horee... Terbang ke Bintang!

Hanya mengingatkan diri bahwa pada harapan yang ingin dicapai butuh usaha keras dan ketekunan serta daya upaya yang dikerahkan kesana seiring berjalannya waktu dengan mengenyampingkan segala hal yang tidak searah dengan cita dan tujuan semula. Akhirnya, bulatkan tekad dan bertawakal, mengembalikan seluruh daya upaya pada sang Kuasa dalam doa agar Ia berkenan atas rangkaian ikhtiar tersebut.

wahai Bocah kecil apa yang kau inginkan saat ini?*kembali ke atas* ^-^